MINSEL, Inspirasi-sulut.com — Isu dugaan intimidasi yang melibatkan pasangan suami istri Rolly Kakiay dan Venilya Waroka dari seorang oknum ASN di RSUD Minsel, Ceni Wilar, menuai perhatian publik. Namun, klarifikasi terbaru dari Pala Jaga 3 Desa Sapa Kecamatan Tenga, Felly Pangaila, membantah keras kabar yang beredar di media sosial maupun sejumlah platform online tersebut.
Felly Pangaila menjelaskan bahwa dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah dipanggil oleh pasangan Rolly Kakiay dan Venilya Waroka. Mereka menginformasikan adanya persoalan yang perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak Ceni Wilar.
“Saat itu saya langsung pergi bersama-sama ke rumah Ceni dengan maksud menanyakan dugaan kekerasan yang dialami anak mereka dan temannya,” ungkap Pangaila.
Setibanya di lokasi, menurut Pangaila, kedatangan mereka disambut dengan baik. “Kami memberi salam dan langsung diterima oleh Ibu Ceni, bahkan dipersilakan masuk ke dalam rumah,” jelasnya.
Percakapan kemudian mengarah pada persoalan kerusakan mata kran air. Namun, dari hasil pembicaraan, diketahui bahwa kerusakan tersebut bukan dilakukan oleh anak dari pihak Ibu Dokter Venilya. Seorang anak lain justru mengakui dirinya sebagai penyebab kerusakan tersebut.
Meski demikian, Pangaila menuturkan dari informasi ibu dokter bahwa sempat terjadi tekanan psikologis dari anaknya yang diduga dilakukan oleh Ibu Ceni. Dalam situasi itu, Rolly Kakiay selaku orang tua dari anak yang diduga menjadi korban menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
“Perlu saya tegaskan, tidak ada tekanan berlebihan apalagi intimidasi. Kabar soal teriak-teriak dan intimidasi itu tidak benar.Hanya itu ceritanya sebih tidak ada, ,” tegas Pangaila.
Sementara itu, saat upaya konfirmasi dilakukan, Ceni Wilar tidak berada di kediamannya. Tim awak media kemudian mendatangi RSUD Amurang, tempat yang bersangkutan bekerja, namun yang bersangkutan juga tidak masuk kantor pada saat itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Ceni Wilar terkait tudingan yang disampaikan.
(red)






