MANADO,InspirasiSulut – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay MH. menegaskan bahwa peran pendeta bukan sekadar pelayan rohani, tetapi juga penjaga stabilitas sosial di daerah. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Konferensi Daerah (Konferda) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sulawesi Utara di Kantor Gubernur, Rabu (1/4/2026).
Di hadapan ratusan peserta, Mailangkay tampil dengan pesan tegas: pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif tokoh agama.
“Pendeta memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni masyarakat. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus dirawat dan diperkuat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan tokoh agama, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga Sulawesi Utara tetap kondusif di tengah berbagai tantangan sosial.
Kehadiran Ketua Umum API, Pdt. Brigjen (Purn) Harsanto Adi M.M, M.Th semakin memperkuat bobot forum tersebut. Dengan latar belakang kepemimpinan yang kuat, ia menegaskan bahwa Konferda harus menjadi titik balik, bukan sekadar rutinitas organisasi.
“Ini bukan seremoni. Ini momentum untuk memastikan pelayanan para pendeta benar-benar berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, yang kembali dipercaya memimpin DPD API Sulut, yaitu; Pdt DR. Robert Longkutoy S.Th, langsung memancang arah gerak organisasi. Fokusnya jelas: konsolidasi total hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Kami akan bergerak cepat. Struktur organisasi harus solid, program harus terasa di tengah masyarakat,” katanya.
Ketua Panitia, Pdt. Stevi Pemikiran S.Th menyebut Konferda kali ini dirancang tidak hanya untuk memilih kepengurusan, tetapi juga menyelaraskan agenda nasional dengan kebutuhan riil daerah.
Forum ini juga merumuskan langkah konkret API agar kehadiran para pendeta semakin nyata dalam mendorong kesejahteraan umat.
Dihadiri pengurus dari seluruh Sulawesi Utara dan unsur Forkopimda, Konferda ini menjadi sinyal kuat bahwa peran gereja dan pemerintah tetap berjalan beriringan. Acara ditutup dengan doa bersama, menegaskan harapan besar bagi masa depan daerah dan bangsa.
Report: Franklin Towoliu







